Sampai bila lagi?
Bismillahirrahmanirrahim…
Di kala ini, bumi Palestin masih terus bermandikan dengan darah penduduk bumi yang diberkati itu. Dan sekali lagi umat manusia disajikan dan menyaksikan satu lagi peristiwa yang menjadi kesinambungan kepada krisis kemanusiaan yang paling dahsyat dalam sejarah peradaban manusia. Dan sekali lagi manusia secara amnya dan umat Islam secara khususnya tidak mampu untuk berbuat apa-apa. Cuma yang mampu dilakukan adalah mengeluarkan resolusi mengutuk serangan Zionis laknatullah serta menggesa PBB melakukan sesuatu sedangkan mereka hanya duduk dan berbincang… di mana kekuatan umat Islam???
Wahai umat yang meyakini Allah itu satu, tenteramkah hati kalian di saat saudara-saudaramu di sana menagih sinar bantuan kalian? Mahukah kalian untuk tergolong dalam golongan yang disabdakan Nabimu, Muhammad SAW sebagai golongan yang paling jahat? Mereka yang tidak menolong saudara mereka yang lain di saat mereka meminta bantuan sedangkan mereka mampu! Sungguh keraskah hati kalian? Tidak cukupkah air mata tangisan kanak-kanak pewaris umat Palestin itu untuk mencairkan hati kalian?
Wahai mereka yang memperoleh nikmat keamanan dan kekayaan, tidak malukah kalian? Bersenang dan bersuka di saat saudaramu di sana terus-menerus menderita menagih bantuan antarabangsa. Tanpa satupun harta kalian dihulurkan ke sana! Sungguh beratkah beban yang ditanggung hinggakan sukarnya kalian untuk menghulurkan tangan bagi meringankan beban saudaramu yang bersatu dalam keimanan? Tidak sayangkah kamu kepada mereka? Bukankah mereka itu berjuang untuk mempertahankan bumi yang diwakafkan untuk kalian itu? Sudah lupakah kalian kepada hadith nabi yang diangkat sebagai nabi akhir zaman, yang menyalakan sumbu keimanan dalam hati kalian:
“Tidak sempurna iman seseorang selagimana mereka tidak menyayangi saudara mereka sepertimana mereka menyayangi diri mereka sendiri”.
Bukankah setiap muslim iu bersaudara?
Wahai umat yang berikrar bahawa solatmu, ibadahmu, hidup dan matimu adalah semata-mata kerana Allah, tidak sayangkah kalian kepada bumi yang menempatkan masjid suci kalian, Masjid al-Aqsa? Masjid yang menjadi saksi perjalanan nabi kalian menemui tuhannya… Lupakah kalian kisah Umar yang tidak pernah keluar dari Madinah di saat beliau memegang tampuk pemerintahan, tetapi keluar dari bandar yang bercahaya itu disebabkan oleh Palestin? Atau mungkin kalian lupa bahawa di situlah bersemadinya nabi-nabi kalian? Tidak sayangkah kalian?
Ya ayyuhal Muslimun, cukuplah penderitaan mereka di sana. Sudah sampai masanya untuk melenyapkan segala penderitaan dan menyalakan sumbu keimanan di bumi anbiya’ itu… Buat saudara-saudaraku disana, kalian tetap pemenang… sama ada Allah memenangkan kalian di atas medan jihad itu, ataupun di saat Allah menjemput kalian menemuinya. Syahid fisabilillah!! Berbanggalah kalian kerana mempertahankan kesucian bumi Palestin dari dicemari kotoran Zionis laknatullah.
Oleh: Mohd Zol Helmi Md Zuki,
Sumber: Laman Web ISMA Eropah


